EDUMAG BELAJAR← Daftar Subtopik
PerpustakaanSemua topik IPSPemanfaatan SDA

Pegangan Tutor • TOPIK 02 • SUBTOPIK 01 • SMP 8 • IPS

Potensi Sumber Daya Alam Indonesia

Topik: Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Siswa belajar mengenali potensi sumber daya alam Indonesia, memahami pemanfaatannya pada hutan, pertambangan, dan kemaritiman, lalu menilai hubungan antara pemanfaatan, kebutuhan, batas lingkungan, dan pelestarian.

90'
Durasi
IPS
Kelas 8
Masterkey
Potensi → Pemanfaatan → Dampak → Batas → Pelestarian
Target
Mengenali potensi SDA dan menilai pemanfaatannya

Tujuan belajar

  1. Menjelaskan potensi SDA Indonesia dan contoh SDA hutan, tambang, serta kemaritiman.
  2. Menjelaskan hutan hujan tropis bawah, tengah, atas serta hutan bakau, pantai, dan rawa.
  3. Memahami pokok pengelolaan kehutanan berdasarkan aturan yang berlaku.
  4. Menjelaskan kelompok bahan tambang dan pokok pengaturannya berdasarkan UU Minerba terbaru.
  5. Menghubungkan SDA pertambangan dengan kondisi Kutai Barat secara berbasis data.
  6. Menjelaskan perikanan, energi kelautan, wisata bahari, serta perikanan perairan darat di Kutai Barat.
  7. Menganalisis pemanfaatan SDA berlebihan dengan rantai sebab → proses → dampak → pelestarian.

Prasyarat

Siswa sudah mengenal kondisi geografis Indonesia dan hubungan kondisi geografis dengan cara manusia memanfaatkan ruang.

Peta konsep

KONDISI GEOGRAFIS
↓
POTENSI SDA: HUTAN • TAMBANG • KEMARITIMAN
↓
PEMANFAATAN
↓
MANFAAT • DAMPAK • BATAS
↓
PELESTARIAN & KEBERLANJUTAN
Kalimat kunci: potensi SDA bukan berarti boleh dimanfaatkan tanpa batas. Analisis harus melihat manfaat, dampak, daya dukung, dan keberlanjutan.

Alur 90 menit

0–10'ENGAGEPotensi SDA dan batas pemanfaatan.
10–25'DISCOVERPotensi → pemanfaatan → dampak.
25–48'UNDERSTANDHutan, tambang, kemaritiman, Kutai Barat.
48–60'MINDSETMasterkey sebab-akibat dan batas pemanfaatan.
60–78'APPLYKasus lokal dan pemanfaatan berlebihan.
78–90'GROW10 pertanyaan oral diagnostik.

ENGAGE — 0–10 menit

TUTOR SAYS

“Indonesia punya hutan, mineral, batubara, sungai, ikan, dan laut. Kalau sesuatu tersedia di alam, apakah berarti kita boleh mengambilnya sebanyak-banyaknya?”

Catat alasan siswa. Cari apakah mereka membedakan potensi, manfaat, dampak, batas, dan pelestarian.

Pertanyaan pemantik
  • Apakah semua SDA dapat pulih dengan cepat?
  • Apakah semua hutan boleh dimanfaatkan dengan cara yang sama?
  • Kapan pemanfaatan berubah menjadi tekanan berlebihan?

DISCOVER — 10–25 menit

Gunakan tiga contoh dan minta siswa mengisi rantai yang sama.

Hutan

Kayu, hasil hutan bukan kayu, air, keanekaragaman hayati, jasa lingkungan.

Pertambangan

Mineral dan batubara memberi bahan baku/energi, tetapi tidak terbarukan.

Perikanan

Ikan memberi pangan dan penghasilan; stok perlu dijaga.

Scaffold: Potensi → Pemanfaatan → Dampak → Pelestarian. Kurangi bantuan setelah siswa dapat menjelaskan hubungan.

UNDERSTAND — 25–48 menit

1. Potensi SDA Indonesia

Potensi SDA Indonesia besar karena kondisi geologi, iklim tropis, relief, perairan, garis pantai, dan keragaman ekosistem. Dalam materi ini fokusnya hutan, tambang, dan kemaritiman.

Ingat: potensi menunjukkan peluang manfaat, bukan izin untuk mengambil tanpa batas.

2. SDA hutan dan aturan yang berlaku

Dasar utama adalah UU 41/1999 tentang Kehutanan, yang telah diubah, terakhir melalui UU 6/2023. Penyelenggaraan kehutanan diatur antara lain dalam PP 23/2021, yang telah diubah dengan PP 8/2026.

Intinya: pengelolaan hutan diarahkan untuk kemakmuran rakyat secara berkeadilan dan berkelanjutan, melalui perencanaan, pemanfaatan, rehabilitasi/reklamasi, perlindungan, dan konservasi.

Hutan lindung

Fungsi pokok melindungi sistem penyangga kehidupan, termasuk tata air, pengendalian erosi, dan fungsi ekologis.

Hutan produksi

Fungsi pokok menghasilkan hasil hutan dengan pemanfaatan yang tetap menjaga kelestarian.

Pemanfaatan hutan mencakup pemanfaatan kawasan, jasa lingkungan, hasil kayu/nonkayu, dan pemungutan hasil hutan sesuai ketentuan. Jadi pemanfaatan hutan tidak identik dengan penebangan.

3. Hutan hujan tropis: bawah, tengah, atas

Pembagian bawah, tengah, dan atas di sini adalah cara memahami strata vegetasi/tajuk, bukan klasifikasi hukum.

StrataCiri umumPeran
BawahTumbuhan rendah, semak, anakan pohon; lebih teduh dan lembap.Regenerasi, habitat, siklus hara.
TengahPohon menengah dan tajuk di bawah kanopi utama.Habitat dan fungsi ekologis.
AtasPohon tinggi membentuk kanopi dan menerima banyak cahaya.Habitat, karbon, iklim mikro; kayu pada konteks produksi legal.
Jangan keliru: ketiga strata bukan tiga jenis hutan yang boleh diperlakukan terpisah.

4. Hutan bakau, pantai, dan rawa

Bakau/mangrove

Ekosistem pesisir dipengaruhi pasang-surut; habitat biota dan pelindung pesisir.

Hutan pantai

Vegetasi pantai di luar pengaruh langsung pasang-surut; membantu perlindungan daratan dan habitat.

Hutan rawa

Hutan pada lahan yang tergenang/jenuh air pada periode tertentu; penting bagi tata air dan habitat.

5. SDA tambang: pengelompokan dan potensi

Mineral dan batubara adalah SDA tidak terbarukan. Kelompok yang perlu dikenali siswa: mineral logam (misalnya emas, tembaga, nikel, bauksit, besi), mineral bukan logam, mineral bukan logam jenis tertentu, batuan, dan batubara. Badan Geologi mencatat keragaman komoditas mineral dan batubara Indonesia; Kalimantan dan Sumatera merupakan wilayah utama sumber daya batubara nasional.

6. Pokok pertambangan menurut aturan terbaru

Dasar terkini adalah UU 2/2025, perubahan keempat UU 4/2009 tentang Minerba. Pelaksanaan antara lain diatur PP 96/2021 sebagaimana diubah terakhir dengan PP 39/2025.

Penguasaan negara

Mineral dan batubara dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat.

Wilayah & perizinan

Kegiatan berlangsung melalui mekanisme wilayah dan perizinan sesuai ketentuan.

Nilai tambah

UU 2/2025 memperkuat peningkatan nilai tambah dan hilirisasi.

Lingkungan

Pengelolaan lingkungan, reklamasi, dan pascatambang merupakan bagian penting kegiatan pertambangan.

Catatan hukum: UU 2/2025 memuat pemberian wilayah dengan cara prioritas dalam kondisi tertentu. Putusan MK 202/PUU-XXIII/2025 menegaskan prioritas harus memakai parameter jelas serta proses objektif, transparan, dan akuntabel.

7. Korelasi Kutai Barat

Kutai Barat memiliki sumber daya hutan, kegiatan pertambangan, sungai/danau, dan perikanan. Data BPS Kaltim 2024 mencatat sekitar 290.667,80 ha kawasan hutan dan perairan dalam tabel fungsi hutan/perairan Kutai Barat. Dokumen perencanaan daerah juga mencatat kegiatan produksi batubara.

Saat menyebut angka produksi tambang, selalu sebut tahun datanya. Data produksi dapat berubah menurut tahun, izin, perusahaan, dan status kegiatan.

8. SDA kemaritiman

Perikanan

Pangan, mata pencaharian, pengolahan, dan perdagangan; stok dan habitat perlu dijaga.

Energi kelautan

Potensi gelombang, arus, dan pasang-surut yang bergantung pada teknologi dan lokasi.

Wisata bahari

Jasa lingkungan dan keindahan pesisir/laut yang harus mengikuti daya dukung.

9. Perikanan sungai Kutai Barat

Kutai Barat bukan wilayah pesisir, tetapi memiliki Sungai Mahakam, anak sungai, dan danau. Ini menjadi contoh perikanan perairan darat. Satu Data Kutai Barat menyediakan data produksi perikanan perairan umum 2023–2025. Dinas Perikanan pada 2026 juga melaporkan sekitar 30 keluarga di Kampung Jelmuq memanfaatkan Danau Bahadaq untuk penangkapan dan budidaya ikan.

Distingsi: perikanan sungai/danau bukan perikanan laut, tetapi prinsip keberlanjutannya sama: menjaga stok, habitat, kualitas air, dan tekanan penangkapan.

10. Eksploitasi SDA berlebihan: sebab → akibat

PERMINTAAN NAIK → PEMANFAATAN NAIK → TEKANAN EKOSISTEM → FUNGSI MENURUN → MANFAAT JANGKA PANJANG TERGANGGU
TekananProsesDampak
Kehilangan tutupan hutanPerlindungan tanah dan tata air tergangguErosi, sedimentasi, habitat berkurang
Pertambangan tanpa pengelolaan baikBentang alam dan kualitas lingkungan dapat tertekanDegradasi lahan dan potensi gangguan air
Penangkapan ikan berlebihanTangkap lebih cepat daripada pemulihan stokStok dan pendapatan dapat menurun

MINDSET — 48–60 menit

MASTERKEY IPS

POTENSI → PEMANFAATAN → DAMPAK → BATAS → PELESTARIAN

Jangan hanya bertanya “apa hasilnya?”. Tanyakan bagaimana dimanfaatkan, apa tekanannya, apa akibatnya, di mana batasnya, dan bagaimana manfaatnya dipertahankan.

Kesalahan: “SDA banyak berarti boleh diambil sebanyak mungkin.”

Perbaikan: potensi harus dibaca bersama daya dukung dan aturan.

Kesalahan: “Perikanan selalu berarti laut.”

Perbaikan: bedakan perikanan laut dan perairan darat.

Kesalahan: “Bawah-tengah-atas adalah jenis hutan.”

Perbaikan: itu strata vegetasi/tajuk.

Kesalahan: “Tambang hanya batubara.”

Perbaikan: kenali mineral logam, bukan logam, mineral bukan logam jenis tertentu, batuan, dan batubara.

APPLY — 60–78 menit

Kasus lokal • Kutai Barat

Satu wilayah, banyak sumber daya

Bayangkan wilayah di Kutai Barat memiliki hutan, kegiatan pertambangan, Sungai Mahakam dan anak sungainya, serta danau yang dimanfaatkan untuk perikanan. Pendapatan ingin ditingkatkan, tetapi fungsi lingkungan dan sumber penghidupan jangka panjang harus dijaga.

Tugas: pilih dua SDA dan bangun rantai Potensi → Pemanfaatan → Dampak → Batas → Pelestarian.

Contoh analisis

Pertambangan: potensi mineral/batubara → ekstraksi dan peningkatan nilai tambah → perubahan ruang/tekanan lingkungan → aturan, izin, standar lingkungan, reklamasi → pemulihan dan pengelolaan.

Perikanan: ikan → tangkap/budidaya → tekanan pada stok/habitat → batas kemampuan stok dan kualitas air → pengelolaan habitat dan tekanan tangkap.

Challenge: “Produksi SDA naik dan pendapatan naik, tetapi tutupan hutan berkurang, kualitas air menurun, dan hasil ikan turun. Apa rantai akibat yang mungkin terjadi?”
TUTOR SAYS

“Pembangunan bukan hanya menghitung berapa banyak yang kita ambil hari ini. Kita juga harus menghitung apakah sumber daya dan fungsi lingkungan masih mampu memberi manfaat besok.”

GROW — 78–90 menit

Gunakan oral. Nilai kualitas penalaran dan bukti, bukan panjang jawaban.

1. Mengapa Indonesia memiliki potensi SDA yang besar?
Buka diagnosis tutor
Tujuan diagnostik

Menghubungkan kondisi geografis dengan potensi.

Arah jawaban

Geologi, iklim, relief, ekosistem, perairan, dan pesisir memberi keragaman SDA.

Indikator

Menyebut lebih dari satu faktor.

Miskonsepsi

Hanya menjawab “karena Indonesia luas”.

Follow-up: ““Faktor apa selain luas wilayah?””
2. Mengapa pemanfaatan hutan tidak identik dengan penebangan?
Buka diagnosis tutor
Tujuan diagnostik

Menguji pemahaman jenis pemanfaatan.

Arah jawaban

Ada jasa lingkungan, hasil nonkayu, kawasan, dan pemanfaatan lain sesuai ketentuan.

Indikator

Memberi contoh manfaat selain kayu.

Miskonsepsi

Semua manfaat hutan dianggap kayu.

Follow-up: ““Apa manfaat hutan tanpa menebang pohon?””
3. Apa perbedaan strata bawah, tengah, dan atas pada hutan hujan tropis?
Buka diagnosis tutor
Tujuan diagnostik

Menguji struktur vegetasi.

Arah jawaban

Ketiganya tingkatan vegetasi/tajuk, bukan kategori hukum.

Indikator

Menjelaskan posisi dan peran umum.

Miskonsepsi

Menganggap tiga jenis hutan.

Follow-up: ““Bisakah satu kawasan memiliki ketiganya?””
4. Mengapa mangrove penting bagi pesisir?
Buka diagnosis tutor
Tujuan diagnostik

Menguji fungsi ekosistem.

Arah jawaban

Habitat, perlindungan pesisir, dan jasa ekosistem.

Indikator

Menghubungkan fungsi dengan kondisi pesisir.

Miskonsepsi

Mangrove hanya kayu.

Follow-up: ““Apa akibat jika mangrove berkurang?””
5. Mengapa mineral dan batubara tidak terbarukan?
Buka diagnosis tutor
Tujuan diagnostik

Menguji skala waktu geologi.

Arah jawaban

Pembentukannya sangat lama dibanding waktu kehidupan manusia.

Indikator

Membandingkan dengan SDA yang dapat pulih.

Miskonsepsi

Menganggap semua SDA tumbuh kembali.

Follow-up: ““Apa bedanya dengan ikan?””
6. Apa yang harus diperhatikan saat membahas pertambangan Kutai Barat?
Buka diagnosis tutor
Tujuan diagnostik

Menguji penggunaan data lokal.

Arah jawaban

Sebut komoditas, lokasi, tahun data, status kegiatan, dan konteks lingkungan.

Indikator

Tidak menggeneralisasi.

Miskonsepsi

Menganggap data lama sebagai data terkini.

Follow-up: ““Tahun berapa data yang kamu pakai?””
7. Mengapa perikanan sungai Kutai Barat bukan perikanan laut?
Buka diagnosis tutor
Tujuan diagnostik

Membedakan perairan darat dan laut.

Arah jawaban

Sungai/danau adalah perairan darat.

Indikator

Memberi contoh Mahakam/danau.

Miskonsepsi

Semua perikanan dianggap laut.

Follow-up: ““Apa ciri perairan darat?””
8. Apa akibat jika ikan ditangkap lebih cepat daripada pulih?
Buka diagnosis tutor
Tujuan diagnostik

Menguji sebab-akibat.

Arah jawaban

Stok turun dan hasil/pendapatan dapat ikut terganggu.

Indikator

Menyusun rantai akibat.

Miskonsepsi

Hanya menjawab “ikan habis”.

Follow-up: ““Apa akibat berikutnya bagi masyarakat?””
9. Mengapa eksploitasi berlebihan dapat merugikan manusia?
Buka diagnosis tutor
Tujuan diagnostik

Menghubungkan ekologi dan ekonomi.

Arah jawaban

Degradasi mengurangi fungsi/productivitas SDA dan mengganggu penghidupan.

Indikator

Menghubungkan dampak lingkungan dengan manusia.

Miskonsepsi

Kerusakan dianggap hanya masalah pemandangan.

Follow-up: ““Siapa yang menerima dampaknya?””
10. Bagaimana menilai rencana pemanfaatan SDA baru?
Buka diagnosis tutor
Tujuan diagnostik

Menguji transfer Masterkey.

Arah jawaban

Potensi → pemanfaatan → dampak → batas → pelestarian, berbasis data dan aturan.

Indikator

Memiliki strategi yang dapat digunakan ulang.

Miskonsepsi

Langsung mengatakan boleh/tidak tanpa alasan.

Follow-up: ““Data apa yang perlu dicari?””
Exit ticket: “Pilih satu SDA. Jelaskan potensinya, cara pemanfaatannya, risiko jika berlebihan, dan satu cara menjaga manfaatnya.”

Interpretasi hasil GROW

Memahami

Potensi, proses, dampak, batas, pelestarian terhubung.

Parsial

Tahu jenis SDA tetapi belum menjelaskan mekanisme.

Miskonsepsi

Menganggap semua SDA dapat diambil tanpa batas.

Bukti belum cukup

Jawaban berupa daftar tanpa alasan; gunakan follow-up.

Remedial & enrichment

Remedial

Gunakan kasus ikan sungai: potensi → tangkap → stok turun → pengelolaan. Setelah paham, pindahkan ke hutan atau tambang.

Enrichment

Bandingkan SDA yang dapat pulih jika dikelola dengan SDA tidak terbarukan. Jelaskan mengapa strategi pengelolaannya berbeda.

Referensi tutor